Boat Terbakar, 10 ABK Kritis

TAPAKTUAN – Kapal Motor (KM) Lima milik Darmi Ali, warga Desa Sawang Bak U, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, terbakar dan kemudian tenggelam di perairan Simeulue, Senin (27/12) pagi. Akibatnya, sepuluh anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Keuchik Sawang Bak U, Ali Wardana, didampingi Ali Zarni (30), salah seorang korban boat besar yang terbakar itu, kepada Serambi mengatakan, musibah itu terjadi Senin (27/12) sekitar pukul 08.00 WIB di tengah perairan Pulau Simeulue.
Boat berukuran 7×30 meter itu bertolak dari Aceh Selatan ke Pulau Simeulue, Sabtu (25/12) pagi, untuk mencari ikan di sekitar rumpon perairan Simeulue. Tempat itu sudah biasa mereka kunjungi. Tapi kali ini nahas. Ketika sedang menarik pukat untuk kedua kalinya di dekat rumpon itu, tiba-tiba mesin boat katrol yang dinakhodai Farid Wajidi (31), warga Desa Sawang Bak U, itu meledak dan boat itu pun terbakar. Bangkainya langsung nyungsep dan tenggelam di tempat kejadian.
Di sisi lain, ledakan mesin boat itu membuat para ABK yang sedang menarik pukat terpelanting hingga sepuluh meter ke dalam laut. Posisi mereka terpencar. Untung saja tak lama kemudian salah seorang dari mereka berhasil menggapai sekoci yang keburu hanyut terseret arus. Setelah sekoci didapat, semua korban naik ke atasnya.
Tak lama berselang, melintas boat katrol KM Bulan. Awak boat ini, para nelayan Sawang, melihat dari kejauhan ada gumpalan asap. Mereka langsung mendekat. Ternyata sejumlah ABK KM Lima sedang berada di atas sekoci berharap bantuan. Akhirnya, satu per satu ABK yang nahas itu dinaikkan ke KM Bulan.
Setelah menolong para korban, awak KM Bulan langsung memberi tahu peristiwa itu kepada warga dan unsur panglima laot setempat. Sejumlah nelayan pagi itu juga dikirim untuk menjemput para korban. Korban tiba di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Bak U sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian diboyong ke Rumah Sakit Umum dr Yulidin Away (RSUYA) Tapaktuan naik mobil pribadi, ambulans, dan truk.
Terhirup hawa panas
Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun tragedi yang menimpa KM Lima itu, mengakibatkan sepuluh ABK-nya mengalami luka bakar. Tiga di antaranya terpaksa dirujuk ke Banda Aceh, sebab selain luka di sekujur tubuh, mereka juga terhirup hawa/udara panas. “Jika tak segera ditangani, korban bisa sesak napas,” kata Direktur RSUYA Tapaktuan, dr Akmal Jawardi.
Tiga ABK yang dirujuk ke Banda Aceh itu masing-masing Balawi (30), Jailani (25), dan Safruddin (30). Ketiganya warga Desa Ujung Padang, Sawang. Sedangkan tujuh orang lainnya masih dirawat intensif di Ruang Unit Gawat Darurat (IGD) RSUYA Tapaktuan tadi malam. Mereka dalah Nasrul Hadi (22), warga Desa Lhok Pawoh, mengalami luka bakar di bagian dagu, tangan kanan, dan pinggang kirinya.
Masfirwan (18), warga Desa Sawang Bak U, luka bakar pada punggung kiri, tangan kiri, muka, telinga, dan rambutnya. M Nasir (35), warga Desa Sawang Satu, luka bakar pada muka, dada, dan tangan kanan, sedangkan dari telinganya keluar darah. Afriadi (18), warga Desa Ujung Padang, menderita luka di kepala, lengan kanan, perut, dan pinggang.
Selanjutnya Suhardi (30), warga Desa Ujung Padang, luka bakar di wajah, dada, tangan kanan dan kiri, serta kedua kakinya. Terakhir, Ramon (20), warga Desa Ujung Padang. Ia menderita luka bakar di wajah, dada, tangan kanan, tangan kiri, dan punggung.   Sementara itu, sembilan ABK lainnya yang luput dari sambaran api dalam peristiwa itu belum diketahui identitasnya, kecuali Farid Wajidi, sang nakhoda. “Sembilan ABK yang tidak terbakar itu belum diketahui identitasnya. Mereka bukan warga Sawang Bak U,” kata Keuchik Ali Wardana.
Informasi terbakarnya KM Lima di perairan Simeulue, sekitar 60 mil dari daratan itu, dengan cepat tersiar. Ratusan warga berbondong-bondong menuju RSUYA Tapaktuan menyaksikan kondisi para korban. Di antara pejabat yang datang membesuk adalah Wakil Bupati Aceh Selatan Daska Aziz, Ketua DPRK Safiron, Camat Sawang Nazari Syam, dan Kapolsek Sawang Iptu Syamsul Anwar. Belum ada kabar, kapan bangkai boat yang terbakar itu ditarik dari tempatnya tenggelam.(az)
Tulisan ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.